Lingkup kajian bidang psikologi cukup luas, sebab individu manusia berada dalam berbagai posisi, kondisi dan tahap perkembangan dapat memperlihatkan karakteristik kegiatan atau prilaku tertentu yang berbeda dengan pada kondisi, posisi serta tahap perkembangan lainnya. Secara garis besar dibedakan tiga kategori bidang psikologi, yaitu psikologi umum, psikologi khusus dan psikologi terapan.

1) Psikologi Umum
Psikologi umum sering juga disebut sebagai Pengantar Psikologi merupakan studi tentang prilaku atau kegiatan individu secara umum. Studi ini memberikan pengantar kepada studi tentang prilaku individu yang lebih lanjut, lebih khusus dan mendalam. 

2) Psikologi khusus
Kelompok psikologi ini mempelajari prilaku atau kegiatan individu secara khisus, baik kekhususan karena terhadap perkembangan nya, posisinya, aspek yang mendapatkan sorotan utamanya atau karena kondisinya. 

Psikologi perkembangan
Mempelajari prilaku dan karakteristik individu dalam berbagai tahap perkembangan. Masa sebelum lahir (prenatal) masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak kecil, masa sekolah dasar, masa remaja awal, remaja tengah dan adolesen, masa dewasa muda, dewasa dan dewasa tua, serta masa usia lanjut. 

Psikologi Pria dan Wanita
Perbedaan jenis kelamin kiranya tidak hanya membawa perbedaan dalam segi fisik, tetapi juga segi-segi kerohanian. Psikologi ini mempelajari kondisi dan ciri-ciri yang khas dari kedua jenis kelamin. Wanita dan pria secara kodrat berbeda, keduanya memiliki ciri-ciri yang berbeda, dalam hal-hal tertentu kemampuan keduanya juga berbeda. 

Psikologi Abnormal
Mempelajari perilaku dan karakteristik individu yang yang menyimpang dari keadaan normal. Individu tidak selalu berada dalam keadaan normal, pada suatu ketika ia dapat bergeser pada kondisi yang kurang bahkan tidak normal. Psikologi bukan hanya mempelajari individu-individu yang wajar tetapi juga yang kurang atau tidak normal. 

Psikologi kepribadian
Merupakan cabang dari psikologi yang khusus mempelajari kepribadian individu. Manusia mungkin satu-satunya makhulk di dunia ini yang memiliki kepribadian. Yaitu suatu integritas dari semua aspek baik fisik maupun pisikis yang dimiliki individu yang menampilkan ciri-ciri yang khas. 

Tipe kepribadian manusia menurut Gerart Heymans, berdasarkan kuat lemahnya dalam diri setiap orang, menjadi tujuh tipe, seperti berikut.
1) Gapasioneerden (orang hebat): orang yang aktif dan emosional serta fungsi sekundernya kuat. Orang ini selalu bersikap keras, emosional, gila kuasa, egois, suka mengecam. 
2) Cheolerici (orang garang): orang yang akrif dan emosional, tetapi fungsi sekundernya lemah. Orang ini lincah, rajin bekerja, periang, pemberani, optimis, suka pada hal-hal yang faktual. Mereka suka kemewahan, pemboros, dan sering bertindak ceroboh tanpa pikir panjang.
3) Sentimentil (orang perayu): orang yang tidak aktif, emosional, dan fungsi sekundernya kuat.
4) Nerveuzen (orang penggugup): orang yang tidak aktif dan fungsi sekundernya lemah, tetapi emosinya lemah. 
5) Flegmaciti (orang tenang): orang yang tidak aktif dan fungsi sekundernya kuat. 
6) Sanguinici (orang kekanak-kanakan): orang yang tidak aktif, tidak emosional, tetapi fungsi sekundernya kuat. 
7) Amorfem (orang tak berbentuk): orang-orang yang tidak aktif, tidak emosional dan fungsi sekundernya lemah. Sifat-sifat tipe orang ini, antara lain, intelektualnya kurang, picik, tidak praktis, selalu membeo, canggung, dan ingatannya buruk.

Psikologi Diferensial
Mempelajari perbedaan-perbedaan kemampuan dan kegiatan dari individu. Setiap individu memiliki potensi dan kecakapan intelektual yang berbeda. Sebagian besar individu memiliki inteligensi yang tergolong normal, tetapi sebagian memiliki inteligensi tinggi dan sebagian lainnya rendah. Bakat individu berbeda-beda, seorang berbakat dalam bidang musik, yang lain lebih berbakat dalam bidang olah raga, atau teknik atau memasak dll. 

Psikologi Binatang
Mempelajari kegiatan atau prilaku binatang. Studi tentang kegiatan binatang. Setudi tentang kegiatan binatang ini sesungguhnya bukan ditujukan untuk memhami kehidupan binatan itu sendiri. Hasil studi ini digunakan sebagai bahan perbandingan bagi pemahaman kegiatan manusia, oleh karena itu cabang psikologi ini disebut juga psikologi komparatif. Kesukaran yang dihadapi dalam kegiatan manusia adalah, kita tidak dapat begitu saja melakukan percobaan begitu saja terhadap manusia.

Baca Selanjutnya dan lebih lingkap di Ruang Lingkup Psikologi.


0 komentar: